Ya Allah, Maafkan aku yang tak bisa menjaga hati ini dengan baik. Maafkan mata ini yang sebelumnya tak bisa menjaga pandangan.
Beberapa bulan ini, Engkau memberikan lingkungan terbaik untukku
Jauh dari hiruk pikuk keramaian mereka yang bukan muhrimku, memperkecil intensitas komunikasi dan pertemuanku dengan mereka yang bukan muhrimku, melindungiku dari intensitas keseringan ikhtilat. Betapa Kau sangat menyayangiku melebihi apapun.
Namun, aku resah karena beberapa kali ada sosok yang hadir dalam mimpiku yang seolah-olah seperti nyata.
Walaupun mata ini terpejam, aku dapat melihat sosok itu. Apa apaan ini ?? siapa dia ? kenapa tak mau pergi dari pandanganku ? dia yang hanya menunduk , wajahnya tak jelas, tapi rasanya bukan sosok yang asing. Aku tak berhijab sempurna, Aku ingin bangun, aku ingin bangun agar tak melihatnya lagi. Aku duduk menunduk memeluk kedua kakiku sambil menangis, tapi dia tetap diam menunduk ,bersandar ditembok, tak bergeming mendengar rintihan tangisanku.
Aku terbangun, pipiku basah dengan air mata. Dalam dunia nyata dia bermain-main dalam pikiranku. Membuat aku bertanya-tanya. siapakah dia ? setankah ? dia tak menggodaku, dia tak menampakan wajahnya, dia hanya diam menunduk, sangat misterius.
Argh. . . lebih baik menangis dari pada membiarkannya bersemayam di pikiran dan hati ini.
Aku takut dia merusak hatiku, aku takut itu bukan kau pangeran. . .
Aku masih menantimu. . .
Tak ingin membiarkan hatiku dikuasai sosok lain sebelum kau datang.
Tak ingin berharap dan berangan-angan tentang sosok itu
Kan ku jaga sekuatnya
aku menantimu karena allah.
Karena ku yakin padaNya,
Tentang Jodoh itu seperti kematian ,
Tak dapat di ganggu gugat dan hanya Dia yang tau
nama mu t’lah tertulis disana bersamaku
dan ketentuanNya pasti yang akan berlaku
tak akan meleset
dan tak kan tertukar
anak panahNya akan tepat mengenai sasaran
Di raga manakah kau bersemayam wahai pangeran ?
Apa kau juga sedang mencariku ?
Jika ya. .
Semoga kau sabar dalam mencari,
Dan aku sabar dalam menanti
Kan ku persiapkan persembahan terbaik untuk mu wahai pangeran
10 juli 2011
coment