zie's Blog

Just another WordPress.com weblog

Abah ingin punya mantu tampan May 14, 2011

Filed under: cerpen — nesshinsa @ 3:09 am

Ba’da isya, akad itu berlangsung lancar dan khidmat. Butir-butir air mata itu perlahan mengalir di pipi Aini ketika ijab dan qobul telah terucap dari bibir wali dan seorang ikhwan yang baru saja menjadi kekasih halalnya. Dia tak kuasa menahan haru atas kesempatan yang Allah berikan padanya untuk menyempurnakan separuh dinnya dengan ikhwan sholeh yang baru pertama ia kenal ketika ta’arufan 2 bulan lalu. Setelah 24 tahun menjaga dan menahan diri, akhirnya Allah memenuhi  janjiNya. Mempertemukan gadis berwajah teduh itu dengan seorang ikhwan yang tampan.

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) . . . “, (Q.S An-nissa : 26)

Sebelum ta’arufan dengan Hanif yang sekarang telah menjadi suaminya, Aini sempat terlibat percakapan seru dengan abahnya. Karena memang hanif adalah calon suami yang dipilihkan oleh  abahnya.

“Putriku Aini, usiamu sekarang sudah menginjak 24 tahun. Apa belum pengin melaksanakan sunah rasul ndo ?”, kata abahnya.

“abah, sebenarnya Aini juga sudah ingin melaksanakan sunah baginda rosul S.A.W  Namun, seperti abah ketahui, Aini tak pernah berteman akrab dengan ikhwan bah. Sampai hari ini juga belum ada yang datang mengkhitbah Aini kan?”, ungkap Aini.

“ndo, walaupun jodoh sudah ditentukan sama Allah, bukan berarti kita harus berdiam diri tanpa usaha. Kita harus tetap berikhtiar untuk mencarinya ndo”.

“bagaimana cara Aini berikhtiar bah? Bukankah seorang wanita itu hanya menunggu bah?”.

“yah seorang wanita itu memang dicari ndo. . . tapi siapa tau pangeran yang Allah tentukan untukmu sedang mencarimu namun dia belum tau jalan kesini, jalan menuju rumah kita. Jadi kita pun harus menjemputnya”.

“bagaimana cara menjemputnya bah ?”

“Salah satu kewajiban abah sebagai seorang ayah adalah memilihkan jodoh terbaik untuk putri abah yaitu kamu ndo. Karena setelah kamu menikah nanti bakti kamu yang utama setelah kepada Allah adalah kepada suamimu. Abah dan umi tak lagi berhak ikut campur masalah kamu dan suamimu kelak. Surgamu akan ada pada ridho suamimu. Begini ndo, Teman abah, ustadz Yusuf Abu Annas sedang mencarikan jodoh untuk mantan santrinya. Gimana kalo ta’arufan sama kamu saja ndo ? siapa tau dialah jodoh yang sudah Allah tentukan untukmu ndo”.

“terserah abah aja. Aini percaya sama abah. Abah ingin punya mantu yang seperti apa?”.

“abah ingin punya mantu yang tampan ndo. . . agar kamu bisa bahagia.”

“tapi Aini gak mempermasalahkan fisik bah. Aini Cuma ingin punya pemimpin yang bisa membimbing Aini dan anak-anaknya untuk selalu istiqomah di jalan allah, seorang laki-laki yang mencintai allah melebihi apapun agar kelak bisa mencintai Aini juga karenaNya. Insya Allah itu cukup buat Aini. Kalau wajahnya gak tampan juga gak papa bah. . ”.

“ndo. . ndo. . bukan wajah, bukan fisik yang abah maksud sayang. Bukankah orang yang shalih itu tampannya alami ndo, inner beautynya yang membuatnya tampan. Wajahnya cerah karena air wudhu, tenang karena qonaahnya dalam menjalani takdir Allah, berseri karena hari-harinya selalu dipenuhi rasa syukur dan prasangka baiknya pada Allah. Bibirnya basah dengan lantunan dzikir. Lisannya indah karena kata-kata nya yang bermanfaat. Dan masih banyak wujud ketampanan dari orang-orang yang shalih. Kurang lebih harapan abah sama ndo. . . seperti sosok pemimpin yang kamu sebutkan tadi. Abah ingin kamu bahagia, bukan hanya di dunia tapi di akhirat juga”.

“owh. . . kalau tampan itu sih Aini setuju bah. Terima kasih abah udah berusaha menjadi ayah terbaik untuk Aini”, mata aini berkaca-kaca.

. . .

Beberapa hari kemudian, ta’arufan itu pun berlangsung dan kedua-duanya saling menerima, hingga tanpa menunggu lama terjadilah akad suci itu. Aini menikah dengan pangeran tampan yang Allah siapkan melalui pilihan abahnya.

Setelah menikah, hari-hari indah selalu mereka lalui bersama. Namun, bukan mudah menyatukan dua karakter yang berbeda. Jadi bukan berarti rumah tangga mereka selalu tenang tanpa masalah, kadang ada keributan kecil di antara mereka namun, mereka selalu dapat mengatasinya dengan saling pengertian dan memaafkan. Ketika dalam sebuah pernikahan ada cinta karena Allah, maka ketika ada masalah akan dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-sunah. Dengan begitu maka akan terbentuk keluarga sakinah yaitu keluarga yang harmonis lillahi ta’ala.

Suatu hari dalam percakapan biasa hanya sekedar santai di hari libur, Hanif dan Aini membuat sebuah kesepakatan.

“mi, abi gak mau kalo misalnya suatu hari nanti umi mbonceng laki-laki selain mas zaki, abi atau iman”.

“kenapa tiba-tiba abi bilang seperti itu? umi kan hanya ngajar di sebuah TK Islam dan teman-teman umi juga  kebanyakan akhwat. lagiyan sekarang kan umi istrinya abi masa mau bonceng sama orang yang bukan muhrim sih?”.

“gak papa Cuma pengin bilang aja. Soalnya nanti kalo umi beneran boncengan sama orang, abi cemburu dan umi juga dosa kan? Kalo misal butuh minta dijemput pokoknya umi hubungin abi atau iman juga boleh”.

“ok bos abi. Hehe hm. . . abi juga gak boleh boncengin wanita lain yang bukan muhrim dong yah?”

“ok juga bos umi sayang. . . hehe”.

Terjadilah kesepakatan diantara suami istri itu. Beberapa tahun kemudian, ada tetangga yang lapor pada Aini bahwa dia melihat suaminya mboncengin anak gadis berseragam olahraga. Namun, Aini berusaha berprasangka baik pada suami tercintanya. Lama-lama rasa penasaran itu malah membuncah di dadanya dan sedikit rasa cemburu juga mengikutinya. Suaminya yang biasanya terbuka juga gak sedikitpun menyinggung tentang dia boncengan dengan seorang gadis itu. Untuk mendapatkan keterangan sebenarnya, dengan tenang dan hati-hati Aini mencoba menanyakan pada suaminya ketika mereka akan tidur.

“abi, kemarin di sekolah kegiatannya ngapain aja ? ada masalah gak ?”

“kemarin kan nglatih anak-anak buat persiapan jambore bareng Pak Rusdi mi. . . tapi Pak Rusdi mendadak di telpon katanya istrinya perdarahan jadi beliau pulang duluan mi. akhirnya abi ngelatih anak-anak sendirian. Ketika sedang nglatih salah satu lomba olahraga yang bakal di ujiin nanti yaitu volli antar tim, ada sedikit hambatan tapi alhamdulillah dapat di atasi sih. . ”, tutur hanif dengan senyuman syukurnya.

“hm.. bi kemarin umi dengar dari tetangga katanya ada yang liat abi mboncengin gadis pake pakaian olahraga. apa ada hubungannya dengan latihan voli kemarin yah?”

“nha tepat sekali mi. itu sedikit masalahnya. Jadi ada anak yang kakinya patah karena jatuh pas lagi passing. Ternyata dia habis kecelakaan dan lukanya baru sembuh tapi gak bilang sama abi atau pak Rusdi sebagai pelatih, akhirnya baru mendingan maksa ikut olahraga dan dengan kehendakNya dia jatuh akhirnya  cedera deh. Awalnya abi sempat panik, mana penanggung jawab yang memantau latihan hari itu cuma abi lagi, Pak Rusdinya udah pulang. Akhirnya latihan di hentiin dan anak itu segera di bawa kerumah sakit agar cepat mendapat perawatan. Bukannya abi gak ingat kesepakatan kita mi. . tapi waktu itu gak ada lagi yang bisa bantuin. Yah. . darurat abi yang bawa dia ke rumah sakit. Masalah belum selesai setelah dibawa ke R.S. Nyari ganti si Ais juga susah, udah waktunya mepet lagi tapi alhamdulillah baru tadi pagi nemuin gantinya”.

“alhamdulillah ternyata benar prasangka umi, abi bukan mau melanggar kesepakatan tapi karena memang keadaannya darurat. Ayo besok kita jenguk Bu Rusdi bi. . terus gimana keadaan anak itu? Siapa bi? Ais yah?”.

“iya insya Allah. Iya mi Ais namanya. Kakinya di gip mi, ke sekolah juga pake cruk. maaf yah mi, abi lupa cerita. Umi jadi tau dari orang lain deh. . . “

“masya Allah. . . kasian banget Ais itu. ga papa kok bi. Umi juga udah percaya sama abi tapi penasaran aja, bener apa gak kemarin itu yang di lihat tetangga, abi atau bukan?  Ternyata yah,  berarti kan tetangga kita sangat mengenal abi”

“hm. . . penasaran apa cemburu hayo. . .? haha”, Hanif menggoda istrinya.

“ih. . abi nih. . siapa juga yang cemburu? Umi kan percaya kalau abi gak mungkin macem-macem”, Aini mencubit pinggang suaminya.

“haha. . iya deh percaya. . masa umi, istri abi tercinta yang paling cantik cemburu sama anak MTS  yah? Haha. . “, godanya lagi.

“halah mulai nggombal ni. . kayak anak muda zaman sekarang aja nih abi. . “, muka aini memerah.

“kalo abi ngrayu dan muji umi kan hukumnya halal. Padahal umi juga senang kan di gombalin sama abi? Tuh buktinya muka umi merah gitu. . Haha”.

Aini tak dapat mengelak dan hanya membalasnya dengan senyuman.

“tapi bener kok kalau Allah ngasih wajah dan hati yang cantik pada umi. Abi bersyukur jadi suami umi. Makasih yah sayang atas kepercayaan dan prasangka baiknya sama abi”, ucap hanif dengan menyunggingkan senyum hangatnya.

“Alhamdulillah. . sama-sama abi sayang. . . abi juga laki-laki yang tampan makanya abah menjadikan abi sebagai mantunya”, balas Aini dengan suara lembut dan senyum yang tak kalah hangatnya.

“kok gitu ? tampan dari mana? Ini abi apa adanya dari Allah, tak setampan nabi yusuf tapi Alhamdulillah di beri cahaya iman dihati dan di kasih pendamping bidadari cantik seperti umi”, senyum syukur itu masih menghiasi wajah bersahajanya.

. . .

Aini pun menceritakan saat pertama kali dirinya di tawari untuk ta’arufan dengan laki-laki yang sekarang menjadi suaminya itu.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(Q.S Ar-rum : 21)

Tegal, 8 Mei 2011

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.