Hati yang beriman adalah seperti tanah yang subur sedangkan hati yang ingkar seperti tanah yang tandus dan gersang, di tanami biji kebaikan ya hanya sia-sia karena tak akan ada yg tumbuh. Hati yang beriman adalah hati yang bersih.
“dan jangan engkau hinakan aku pada hari mereka di bangkitakan, yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (Q.S Asy Syu’ara: 87-89)
Tanda-tanda hati yang beriman :
- Cinta kepada Allah hati yang beriman adalah hati yang cinta sama Allah. Tidak akan mencintai sesuatu atau seseorang melebihi cintanya kepada Allah. Kalaupun mencintai selain allah itu juga dengan alasan karena mencintaiNya. Jadi semuanya karena dasar cinta kepada Allah. “Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik allahdan bahwa Allah sangat berat azabnya(niscaya mereka menyesal)”.
- Kembali dan bergantung kepada Allah hati yang beriman senantiasa kembali dan bergantung kepada Allah. Apabila melakukan suatu aktifitas yang menjadi patokan adalah keridhaan Allah dan selalu mengembalikan pada Al-Qur’an dan sunah.
- Asyik dalam beribadah kepada Allah hati yang sehat adalah hati yang tidak jemu-jemu dekat atau beribadah kepada Allah. Walaupun lelah dan letih, tapi tetap merasa asyik beribadah kepada Allah bahkan kadang sampai tidak terasa letih, lelah dan sakit yang dirasakannya. Seperti Rosulullah yang masih merasa asyik sholat malam padahal kakinya sudah bengkak. Subhanallah. . . “ orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka”. (Q.S As- Sajdah 15-16)
- Rindu kepada allah hati yang beriman selalu ingin berjumpa dengan Allah dan selalu ingin dekat denganNya. Prakteknya : berusaha beribadah dengan khusuk. Apabila lupa atau lalai melakukan ibadah yang sudah terbiasa dilakukan(misal : sholat malam, dhuha, tilawah qur’an,infak, dzikir pagi dan sore, dll) maka akan merasa ada yang kurang.
“ katakanlah (muhammad), “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya tuhan kamu adalah tuhan yang maha esa”. Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatupun dalam beribadah kepada tuhannya.”
5. Merasa tentram bila sedang beribadah kepada Allah
Tak ada kegelisahan atau ketakutan, yakin bahwa sedang berada dalam perlindunganNya.
6. Memperhatikan waktu orang yang beriman merasa cemas bila waktunya terbuang sia-sia tidak untuk beribadah kepada Allah.
Misal : jika ada waktu luang atau sedang tidak ada kegiatan kita tetap memanfaatkannya untuk beribadah antara lain, berdzikir, tilawah qur’an, saling mengingatkan dalam mencari ridho Allah
7. Perhatian terhadap kualitas amal
Amalan dilakukan dengan ikhlas, ikhsan serta tidak ada ujub dan sombong. Untuk itu kita harus selalu ingat bahwa Allah bersama kita, Allah melihat kita, dan Allah menyaksikan kita. Allah juga lebih dekat dengan kita melebihi diri kita sendiri jadi Allah paling mengerti isi hati dan niat kita.
8. Perhatian akan taat pada Allah
Hati yang senantiasa taat kepada Allah, akan berusaha dengan kerasa untuk Melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya
9. Berorientasi hanya kepada Allah
Hati yang beriman akan selalu menuju kepada Allah dengan segenap kemampuannya. Kemaksiatan sekecil apapun akan membuatnya gelisah dan amal sebesar apapun tak akan membuatnya takabur.
“ sesungguhnya orang-orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya sebesar gunung yang akan terus menggelisahkannya, sedangkan orang-orang yang durhaka akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menempel pada hidung dan dengan mudah dapat di tangkis dengan tangan “
10. Lunak dengan berdzikir
Apabila ada yang membuat hati gelisah, maka dengan dzikir hati akan kembali tenang. Karena kalau kita bisa lunak ketika mengingat Allah, berarti iman itu memang ada di hati kita. Sehingga orang-orang yang beriman tidak lengah dengan dzikir. Misal : Apabila lalai dalam berbuat, bila telah di ingatkan atau menyadari maka akan segera beristighfar.
“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (Q. s Ar Ra’d :28)
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa ayat-ayatnya lagi berulang-ulang. Orang yang takut kepada tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorangpun dapat memberi petunjuk.”
coment