Jatuh cinta,
Hm.. dia kan juga manusia biasa yang punya hati dan bisa merasakan cinta. Tentu tidak aneh bukan?? Jika dia jatuh cinta. karena cinta juga merupakan fitrahnya manusia. Cinta tak terjabar oleh logika, semua manusia pasti merasakanya. Cinta seorang hamba pada Dia yang maha pencipta, cinta orang tua pada anaknya, cinta anak pada orang tuanya, bahkan cinta antar lawan jenis yang bukan mahromnya yang seharusnya diikat dengan pernikahan.
Disini penulis akan menceritakan seorang dia ketika jatuh cinta pada seorang yang bukan mahromnya.
Taukah anda bagaimana dia ketika jatuh cinta ??
Ketika dia jatuh cinta, tak ada senyum bahagia diwajahnya, tak ada rona merah karena malu diwajahnya. namun, ada pertengkaran disela hatinya (dilema), dia akan merasakan keresahan dan ketakutan yang begitu besar akan cinta yang semu.
Ketika rindu merekah disudut hatinya, dia akan merasakan kesedihan yang sangat terperih karena merasa terjebak dengan asa yang tak semestinya. Akan banyak air mata yang dia keluarkan disetiap sujud dan doanya atas cinta yang belum saatnya. Kegelisahan menggelayut dihatinya karena dia merasa salah arah dan takut melakukan zina hati.
Ketika dia jatuh cinta, bukan harapan ingin bertemu yang dia nantikan tapi yang ada hanya perasaan ingin menghindar dari seseorang yang tiba-tiba menempati sedikit ruang dihatinya. Karena ada kekhawatiran merindukan seseorang yang belum halal baginya atau mungkin tak kan pernah halal.
Ketika dia jatuh cinta, lihatlah!!
Muka yang dulu teduh dengan senyumannya, kini berubah. Kenapa???
Karena ada kegelisahan dihatinya.
Bagaimanapun caranya, dia akan berusaha menghilangkan perasaannya itu,
Jikalau harus menghilang, maka itupun akan dilakukannya demi menjaga hatinya dan seseorang yang kini menyelinap disudut hatinya. Tak kan dengan sengaja dia menggoda dan menjadi fitnah bagi mereka yang bukan mahromnya, apalagi untuk seseorang yang kini Allah tautkan dalam hatinya.
Hanya benteng iman yang dia perkuat. Karena dengan iman, dia akan menjadi orang yang sangat kuat dan sabar menghadapi ujian ini.
Rasa rindu padanya ia pupuskan dan ia kembalikan rasa rindunya pada Allah, sang pemilik cinta sejati.
Tak kan khawatir akan kehilangan cintanya karena bila memang ditakdirkan bersama, tak kan ada yang dapat mencegah mereka bersatu. Namun, yakin juga bahwa bagaimanapun usaha mereka bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak kan pernah mereka bisa bersatu.
Biarlah Allah yang mengaturnya, yang memilihkan yang terbaik pada saatnya. Karena semua akan baik-baik saja.
Bersabar dan menahan diri itu lebih baik. Semua akan indah pada waktunya jika kita mau bersabar. Yakinlah bahwa mereka yang baik untuk yang baik pula, insya Allah. Seorang laki-laki yang baik agama dan akhlaknya, tentu akan memilih wanita yang baik agama dan akhlaknya pula begitu juga sebaliknya. Rosulullah dalam hadistnya menyuruh demikian jika ingin menjalani keluarga yang bahagia dan selamat dunia akhirat.
Subhanallah. . . indahnya islam kita. .
coment