zie's Blog

Just another WordPress.com weblog

ketika hidayah itu datang October 3, 2011

Filed under: Uncategorized — nesshinsa @ 2:28 am

Ini lebaran ketiga aku berjilbab. Apa sih jilbab ?? jilbab itu pakaian takwa. Pakaian takwa itu kaya pa? pakaian takwa itu pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali yang biasa nampak tapi bukan yang Cuma nempel dikulit lho ya. . .

Yuk. . . aku ceritain awal ketika hidayah itu datang. J

Aku memutuskan berjilbab permanen ketika masuk di tahun ajaran baru kelas 12 SMA. Permanen ?? yah permanen, maksudnya melakukannya secara terus-menerus dan mencoba istiqomah. Semoga sampai akhir hayat. . . amien. J Sebelumnya, memang kadang-kadang aku berjilbab tapi ya jika sedang ingin mengenakannya terutama ke acara pengajian atau pada saat  suasana lebaran saja.

Aku mulai ingin berjilbab ketika tau bahwa menutup aurat itu kewajiban bagi setiap muslimah dan jika tidak di lakukan, kita akan berdosa. Itu pun melalui sebuah proses untuk memberanikan diri tampil sebagai seorang muslimah berjilbab. Sebenarnya niat ingin berjilbab muncul di akhir kelas 10 SMA, inginnya masuk di kelas 11 aku sudah berjilbab namun aku masih malu. Sejak awal masuk SMA, orang-orang di rumah memang sudah memaksaku memakai pakaian takwa itu. Mulai dari mbah kakungku yang selalu menjejali ku ilmu agama sejak kecil. Tapi aku cuek dan tak pernah memikirkannya. Sejak lancar membaca Qur’an, Everyday aku emang selalu tilawah minimal setelah maghrib tapi jarang sekali membaca artinya. Itu berlangsung bertahun-tahun lamanya hingga awal SMA. SMA aku ikut rohis, mulai tilawah sekalian dengan artinya. Sepupuhku sekaligus sahabatku sejak kecil, yang saat itu nyantri, tiap pulang kadang membawakanku buku-buku tentang islam, tentang jilbab. Teman-teman rohis juga sering meminjami ku buku salah satunya tentang jilbab. Aku juga melihat arti Q.S An-nur : 31. Akhirnya sering belajar dan mulai memahami. Ketika awal aku memahami itu, aku mulai resah, takut dan tidak tenang. Kadang aku merenung dan memikirkan bahwa kalau aku tidak berjilbab dan dilihat orang yang bukan muhrimku berarti aku berdosa meskipun aku rajin menjalankan sholat 5 waktu, puasa sunah, qiyamul lail dan aktifitas ibadah lainnya. Sedangkan aku juga setiap hari ke sekolah, keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang yang bukan muhrimku, berarti aku sudah pasti berdosa setiap hari dong. Padahal ketika kita sudah berjilbab pun belum tentu kita tak melakukan perbuatan yang membuat kita berdosa. Astaghfirullahaladzim. . .

Menjadi shalihah itu impian bagi setiap muslimah. Dengan akhlak yang baik, melaksanakan sholat 5 waktu, tilawah, bersedakah, qiyamul lail, birul walidain, puasa, haji dan amalan-amalan lainnya yang kita lakukan, apakah bisa di sebut shalihah jika perintah berjilbab tak kita laksanakan??

Alhamdulillah, liburan akhir semester genap kelas 11 ku mantapkan hatiku untuk berjilbab. Mau nunggu sampai kapan kalau sekarang gak berani-berani? Sedangkan tiap hari kontrak gratis kita di dunia terus berkurang. Hari pertama semester ganjil di kelas 12, dengan bismillah kukenakan pakaian Syar’i ku menuju sekolah. Perasaan malu masih ada namun aku kuatkan hatiku “kenapa harus malu? Jika perubahan yang di lakukan adalah perubahan positif? Perubahan yang akan membuat Allah senang”. Malu perlahan-lahan dapat ku lawan. Ternyata, Banyak sekali tanggapan dari orang-orang terdekatku baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Tidak semua menanggapi perubahanku  dengan tanggapan positif. Ah. . . apakah aku berjilbab karena ingin di tanggapi ?? tentu saja bukan! Memang, baik tanggapan positif maupun negatif tidak bisa dipungkiri  pasti akan mempengaruhi psikisku walaupun mungkin sedikit, tapi bukankah aku lebih takut sama Allah daripada sama manusia ? bukankah ingin berjilbab juga karena perintah Allah ?  jika hidayah itu telah datang, maka rasanya mantabbbb. Subhanallah. . . J

Sekarang cerita celana berubah jadi rok dan gamis. Awal berjilbab, di luar sekolah, aku masih sering mengenakan celana. Karena aku pikir itu lebih simpel, apalagi sejak kecil aku tomboy dan jarang sekali memakai rok. Aku kan juga everyday selalu memakai motor jika pergi ke mana-mana jadi menggunakan celana menurutku lebih mudah. Namun, Aku masih selalu mempelajari agama ku tercinta “islam”, the way of life for all muslim in the world. Ternyata seorang perempuan itu tak boleh menyerupai laki-laki dan sebaliknya laki-laki juga tak boleh menyerupai perempuan. Nah sedangkan celana itu kan hakikatnya pakaian laki-laki. Terus jika kita menggunakan celana, bentuk bagian tubuh  kita yang bawah mulai dari femur (paha) hingga pedis (kaki)  juga akan terlihat lekuk-lekuknya apalagi celana-celana model sekarang tuh yang ngepres-ngepres di kulit. Menurut aku, itu pantesnya buat daleman. Kalau di pakenya gak buat daleman, itu kaya telanjang. Apa gak malu kalo dilihat sama orang-orang? Hey. . . malu itu juga merupakan salah satu cabang iman loh. Seorang yang beriman seharusnya punya sifat malu. Nah, menurut al Qur’anul karim yang merupakan firman Allah, Setiap bagian tubuh perempuan itu aurat kecuali yang biasa nampak yaitu wajah dan telapak tangan jadi sudah seharusnya di tutupin biar gak kelihatan warna dan lekuk-lekuk bentuknya yang indah. Yang boleh melihat ya hanya orang-orang yang berhak aja (mahrom dan kekasih halal alias misua. hehe). So, jangan di obral kemana-mana dong. Sesungguhnya islam sangat memuliakan perempuan tapi perempuan di akhir zaman ini tidak mau di muliakan, kecuali yang mau dan berusaha menjaga diri sesuai dengan perintah agama kita yang indah ini. Dengan pengetahuan tentang inilah, aku mulai memakai rok dan gamis. Ternyata pakai rok nyaman kok, naik motor juga gak susah,  asalkan rok kita di buat lebih longgar terus pakai daleman celana atau kaos kaki yang panjang sampai patela alias lutut, jadi kalau rok kita keangkat sedikit, kulit betis kita gak bakal keliatan. Begituu. . .

Sekarang di bangku kuliah pun, aku menemukan hambatan dalam masalah berpakaian ini. Di kampus, mahasiswi  seragamnya menggunakan celana. Tahukah kawan, aku juga mau gak mau menggunakan celana walaupun itu sangat bertentangan dengan hati nurani. Setelah lumayan lama tak menggunakan celana, ketika awal kegiatan di kampus baru aku harus menggunakan celana, aku merasa sangat risih bahkan tak percaya diri. Aku gak sendirian, ada temanku yang lain, yang juga merasakan hal yang sama. saudariku itu, jika berangkat dari rumah ia menggunakan rok, rok akan di lepas jika sampai di kampus dan jika pulang akan kembali mengenakan roknya. Ini perjuangan kawan. . . tapi rencananya dalam waktu dekat ini, aku juga ingin menjahit rok untuk seragamku meskipun aku tau ini melanggar aturan kampus.

Terus masalah kerudung syar’i. Menurut Q.S An-Nur : 31, kerudung itu haruslah menutup dada dan janganlah menampakan perhiasannya. Kalau melihat femenomena mode jaman sekarang, banyak sekali yang tidak sesuai dengan ayat ini. Dengan kalimat itu, aku kira udah jelas tanpa harus memberikan contoh-contohnya yang kaya apa. Ya ukhti, saudariku muslimah. . . pengetahuan agama itu sangatlah penting jika kita ingin hayyatan thoyibah alias ingin hidup yang benar-benar baik. Termasuk dalam hal berpakaian. Kita harus pandai-pandai memfilter budaya yang masuk dalam kehidupan kita. Ambilah yang baik dan sesuai aturan allah, jika tidak sesuai maka jangan di ikuti. Untuk tau sesuai atau gak nya, kita harus tau ilmunya. Untuk tau ilmunya, kita harus rajin belajar.

Pas nulis ini suasananya lagi Lebaran ni, saudara-saudara ku berkumpul. yah walaupun tak seramai lebaran tahun lalu tapi bertemu dengan hari kemenangan juga anugrah yang patut di syukuri. sepupuhku main dan ngobrol-ngobrol denganku. “dulu cowok banget, gak mau pake rok. Pakenya celana pendek dan kaos. Sekarang pake rok terus. Gak kangen jadi cowok? Hahaha”, ledek sepupuhku. “ternyata lebih enak jadi perempuan jadi gak mau deh jadi cowok”, jawabku singkat sambil tersenyum. J

Tetaplah menjadi muslimah shalihah walaupun zaman akan selalu Berubah!!! La tahzan, innallaha ma’ana.

 

Menantimu karena Allah July 13, 2011

Filed under: Uncategorized — nesshinsa @ 4:36 am

Ya Allah, Maafkan aku yang tak bisa menjaga hati ini dengan baik. Maafkan mata ini yang sebelumnya tak bisa menjaga pandangan.

Beberapa bulan ini, Engkau memberikan lingkungan terbaik untukku

Jauh dari hiruk pikuk keramaian mereka yang bukan muhrimku, memperkecil intensitas komunikasi dan pertemuanku dengan mereka yang bukan muhrimku, melindungiku dari intensitas keseringan ikhtilat. Betapa Kau sangat menyayangiku melebihi apapun.

Namun, aku resah karena beberapa kali ada sosok yang hadir dalam mimpiku yang seolah-olah seperti nyata.

Walaupun mata ini terpejam, aku dapat melihat sosok itu. Apa apaan ini ?? siapa dia ? kenapa tak mau pergi dari pandanganku ? dia yang hanya menunduk , wajahnya tak jelas, tapi rasanya bukan sosok yang asing. Aku tak berhijab sempurna, Aku ingin bangun, aku ingin bangun agar tak melihatnya lagi. Aku duduk menunduk memeluk kedua kakiku sambil menangis, tapi dia tetap diam menunduk ,bersandar ditembok, tak bergeming mendengar rintihan tangisanku.

Aku terbangun, pipiku basah dengan air mata. Dalam dunia nyata dia bermain-main dalam pikiranku. Membuat aku bertanya-tanya. siapakah dia ? setankah ?  dia tak menggodaku, dia tak menampakan wajahnya, dia hanya diam menunduk, sangat misterius.

Argh. . . lebih baik menangis dari pada membiarkannya bersemayam di pikiran dan hati ini.

Aku takut dia merusak hatiku, aku takut itu bukan kau pangeran. . .

Aku masih menantimu. . .

Tak ingin membiarkan hatiku dikuasai sosok lain sebelum kau datang.

Tak ingin berharap dan berangan-angan tentang sosok itu

Kan ku jaga sekuatnya

aku menantimu karena allah.

Karena ku  yakin padaNya,

Tentang Jodoh itu seperti kematian ,

Tak dapat di ganggu gugat dan hanya Dia yang tau

nama mu t’lah tertulis disana bersamaku

dan ketentuanNya pasti yang akan berlaku

tak akan meleset

dan tak kan tertukar

anak panahNya akan tepat mengenai sasaran

Di raga manakah kau bersemayam wahai pangeran ?

Apa kau juga sedang mencariku ?

Jika ya. .

Semoga kau sabar dalam mencari,

Dan aku sabar dalam menanti

Kan ku persiapkan persembahan terbaik untuk mu wahai pangeran

 

10 juli 2011

 

 

Abah ingin punya mantu tampan May 14, 2011

Filed under: cerpen — nesshinsa @ 3:09 am

Ba’da isya, akad itu berlangsung lancar dan khidmat. Butir-butir air mata itu perlahan mengalir di pipi Aini ketika ijab dan qobul telah terucap dari bibir wali dan seorang ikhwan yang baru saja menjadi kekasih halalnya. Dia tak kuasa menahan haru atas kesempatan yang Allah berikan padanya untuk menyempurnakan separuh dinnya dengan ikhwan sholeh yang baru pertama ia kenal ketika ta’arufan 2 bulan lalu. Setelah 24 tahun menjaga dan menahan diri, akhirnya Allah memenuhi  janjiNya. Mempertemukan gadis berwajah teduh itu dengan seorang ikhwan yang tampan.

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) . . . “, (Q.S An-nissa : 26)

Sebelum ta’arufan dengan Hanif yang sekarang telah menjadi suaminya, Aini sempat terlibat percakapan seru dengan abahnya. Karena memang hanif adalah calon suami yang dipilihkan oleh  abahnya.

“Putriku Aini, usiamu sekarang sudah menginjak 24 tahun. Apa belum pengin melaksanakan sunah rasul ndo ?”, kata abahnya.

“abah, sebenarnya Aini juga sudah ingin melaksanakan sunah baginda rosul S.A.W  Namun, seperti abah ketahui, Aini tak pernah berteman akrab dengan ikhwan bah. Sampai hari ini juga belum ada yang datang mengkhitbah Aini kan?”, ungkap Aini.

“ndo, walaupun jodoh sudah ditentukan sama Allah, bukan berarti kita harus berdiam diri tanpa usaha. Kita harus tetap berikhtiar untuk mencarinya ndo”.

“bagaimana cara Aini berikhtiar bah? Bukankah seorang wanita itu hanya menunggu bah?”.

“yah seorang wanita itu memang dicari ndo. . . tapi siapa tau pangeran yang Allah tentukan untukmu sedang mencarimu namun dia belum tau jalan kesini, jalan menuju rumah kita. Jadi kita pun harus menjemputnya”.

“bagaimana cara menjemputnya bah ?”

“Salah satu kewajiban abah sebagai seorang ayah adalah memilihkan jodoh terbaik untuk putri abah yaitu kamu ndo. Karena setelah kamu menikah nanti bakti kamu yang utama setelah kepada Allah adalah kepada suamimu. Abah dan umi tak lagi berhak ikut campur masalah kamu dan suamimu kelak. Surgamu akan ada pada ridho suamimu. Begini ndo, Teman abah, ustadz Yusuf Abu Annas sedang mencarikan jodoh untuk mantan santrinya. Gimana kalo ta’arufan sama kamu saja ndo ? siapa tau dialah jodoh yang sudah Allah tentukan untukmu ndo”.

“terserah abah aja. Aini percaya sama abah. Abah ingin punya mantu yang seperti apa?”.

“abah ingin punya mantu yang tampan ndo. . . agar kamu bisa bahagia.”

“tapi Aini gak mempermasalahkan fisik bah. Aini Cuma ingin punya pemimpin yang bisa membimbing Aini dan anak-anaknya untuk selalu istiqomah di jalan allah, seorang laki-laki yang mencintai allah melebihi apapun agar kelak bisa mencintai Aini juga karenaNya. Insya Allah itu cukup buat Aini. Kalau wajahnya gak tampan juga gak papa bah. . ”.

“ndo. . ndo. . bukan wajah, bukan fisik yang abah maksud sayang. Bukankah orang yang shalih itu tampannya alami ndo, inner beautynya yang membuatnya tampan. Wajahnya cerah karena air wudhu, tenang karena qonaahnya dalam menjalani takdir Allah, berseri karena hari-harinya selalu dipenuhi rasa syukur dan prasangka baiknya pada Allah. Bibirnya basah dengan lantunan dzikir. Lisannya indah karena kata-kata nya yang bermanfaat. Dan masih banyak wujud ketampanan dari orang-orang yang shalih. Kurang lebih harapan abah sama ndo. . . seperti sosok pemimpin yang kamu sebutkan tadi. Abah ingin kamu bahagia, bukan hanya di dunia tapi di akhirat juga”.

“owh. . . kalau tampan itu sih Aini setuju bah. Terima kasih abah udah berusaha menjadi ayah terbaik untuk Aini”, mata aini berkaca-kaca.

. . .

Beberapa hari kemudian, ta’arufan itu pun berlangsung dan kedua-duanya saling menerima, hingga tanpa menunggu lama terjadilah akad suci itu. Aini menikah dengan pangeran tampan yang Allah siapkan melalui pilihan abahnya.

Setelah menikah, hari-hari indah selalu mereka lalui bersama. Namun, bukan mudah menyatukan dua karakter yang berbeda. Jadi bukan berarti rumah tangga mereka selalu tenang tanpa masalah, kadang ada keributan kecil di antara mereka namun, mereka selalu dapat mengatasinya dengan saling pengertian dan memaafkan. Ketika dalam sebuah pernikahan ada cinta karena Allah, maka ketika ada masalah akan dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-sunah. Dengan begitu maka akan terbentuk keluarga sakinah yaitu keluarga yang harmonis lillahi ta’ala.

Suatu hari dalam percakapan biasa hanya sekedar santai di hari libur, Hanif dan Aini membuat sebuah kesepakatan.

“mi, abi gak mau kalo misalnya suatu hari nanti umi mbonceng laki-laki selain mas zaki, abi atau iman”.

“kenapa tiba-tiba abi bilang seperti itu? umi kan hanya ngajar di sebuah TK Islam dan teman-teman umi juga  kebanyakan akhwat. lagiyan sekarang kan umi istrinya abi masa mau bonceng sama orang yang bukan muhrim sih?”.

“gak papa Cuma pengin bilang aja. Soalnya nanti kalo umi beneran boncengan sama orang, abi cemburu dan umi juga dosa kan? Kalo misal butuh minta dijemput pokoknya umi hubungin abi atau iman juga boleh”.

“ok bos abi. Hehe hm. . . abi juga gak boleh boncengin wanita lain yang bukan muhrim dong yah?”

“ok juga bos umi sayang. . . hehe”.

Terjadilah kesepakatan diantara suami istri itu. Beberapa tahun kemudian, ada tetangga yang lapor pada Aini bahwa dia melihat suaminya mboncengin anak gadis berseragam olahraga. Namun, Aini berusaha berprasangka baik pada suami tercintanya. Lama-lama rasa penasaran itu malah membuncah di dadanya dan sedikit rasa cemburu juga mengikutinya. Suaminya yang biasanya terbuka juga gak sedikitpun menyinggung tentang dia boncengan dengan seorang gadis itu. Untuk mendapatkan keterangan sebenarnya, dengan tenang dan hati-hati Aini mencoba menanyakan pada suaminya ketika mereka akan tidur.

“abi, kemarin di sekolah kegiatannya ngapain aja ? ada masalah gak ?”

“kemarin kan nglatih anak-anak buat persiapan jambore bareng Pak Rusdi mi. . . tapi Pak Rusdi mendadak di telpon katanya istrinya perdarahan jadi beliau pulang duluan mi. akhirnya abi ngelatih anak-anak sendirian. Ketika sedang nglatih salah satu lomba olahraga yang bakal di ujiin nanti yaitu volli antar tim, ada sedikit hambatan tapi alhamdulillah dapat di atasi sih. . ”, tutur hanif dengan senyuman syukurnya.

“hm.. bi kemarin umi dengar dari tetangga katanya ada yang liat abi mboncengin gadis pake pakaian olahraga. apa ada hubungannya dengan latihan voli kemarin yah?”

“nha tepat sekali mi. itu sedikit masalahnya. Jadi ada anak yang kakinya patah karena jatuh pas lagi passing. Ternyata dia habis kecelakaan dan lukanya baru sembuh tapi gak bilang sama abi atau pak Rusdi sebagai pelatih, akhirnya baru mendingan maksa ikut olahraga dan dengan kehendakNya dia jatuh akhirnya  cedera deh. Awalnya abi sempat panik, mana penanggung jawab yang memantau latihan hari itu cuma abi lagi, Pak Rusdinya udah pulang. Akhirnya latihan di hentiin dan anak itu segera di bawa kerumah sakit agar cepat mendapat perawatan. Bukannya abi gak ingat kesepakatan kita mi. . tapi waktu itu gak ada lagi yang bisa bantuin. Yah. . darurat abi yang bawa dia ke rumah sakit. Masalah belum selesai setelah dibawa ke R.S. Nyari ganti si Ais juga susah, udah waktunya mepet lagi tapi alhamdulillah baru tadi pagi nemuin gantinya”.

“alhamdulillah ternyata benar prasangka umi, abi bukan mau melanggar kesepakatan tapi karena memang keadaannya darurat. Ayo besok kita jenguk Bu Rusdi bi. . terus gimana keadaan anak itu? Siapa bi? Ais yah?”.

“iya insya Allah. Iya mi Ais namanya. Kakinya di gip mi, ke sekolah juga pake cruk. maaf yah mi, abi lupa cerita. Umi jadi tau dari orang lain deh. . . “

“masya Allah. . . kasian banget Ais itu. ga papa kok bi. Umi juga udah percaya sama abi tapi penasaran aja, bener apa gak kemarin itu yang di lihat tetangga, abi atau bukan?  Ternyata yah,  berarti kan tetangga kita sangat mengenal abi”

“hm. . . penasaran apa cemburu hayo. . .? haha”, Hanif menggoda istrinya.

“ih. . abi nih. . siapa juga yang cemburu? Umi kan percaya kalau abi gak mungkin macem-macem”, Aini mencubit pinggang suaminya.

“haha. . iya deh percaya. . masa umi, istri abi tercinta yang paling cantik cemburu sama anak MTS  yah? Haha. . “, godanya lagi.

“halah mulai nggombal ni. . kayak anak muda zaman sekarang aja nih abi. . “, muka aini memerah.

“kalo abi ngrayu dan muji umi kan hukumnya halal. Padahal umi juga senang kan di gombalin sama abi? Tuh buktinya muka umi merah gitu. . Haha”.

Aini tak dapat mengelak dan hanya membalasnya dengan senyuman.

“tapi bener kok kalau Allah ngasih wajah dan hati yang cantik pada umi. Abi bersyukur jadi suami umi. Makasih yah sayang atas kepercayaan dan prasangka baiknya sama abi”, ucap hanif dengan menyunggingkan senyum hangatnya.

“Alhamdulillah. . sama-sama abi sayang. . . abi juga laki-laki yang tampan makanya abah menjadikan abi sebagai mantunya”, balas Aini dengan suara lembut dan senyum yang tak kalah hangatnya.

“kok gitu ? tampan dari mana? Ini abi apa adanya dari Allah, tak setampan nabi yusuf tapi Alhamdulillah di beri cahaya iman dihati dan di kasih pendamping bidadari cantik seperti umi”, senyum syukur itu masih menghiasi wajah bersahajanya.

. . .

Aini pun menceritakan saat pertama kali dirinya di tawari untuk ta’arufan dengan laki-laki yang sekarang menjadi suaminya itu.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(Q.S Ar-rum : 21)

Tegal, 8 Mei 2011

 

Ya Allah, nikmat sekali hari ini May 14, 2011

Filed under: diary — nesshinsa @ 3:07 am

Diary 21 April

“Ya Allah, nikmat sekali hari ini. . .”. kurang lebih begitu kalimat yang ku jadikan status di my facebook.

Hari ini aku dan teman-teman anissa gak jualan martabak telor,  kuliah dari pagi sampai sore. Pulang kuliah, aku berangkat ke rumah umi eni untuk mengkaji islam bersama teman-teman halaqoh ku. Selesai ngaji kami sholat maghrib berjamaah dulu sebelum beranjak dari rumah umi eni. Hari ini, mendadak salah satu teman ngaji mengajaku membeli hadiah untuk teman kami yang 2 hari lagi akan menyempurnakan separuh agamanya. Sebenarnya aku sudah merasa lelah, tapi temanku ini tak punya waktu lagi untuk keluar bersamaku selain malam itu karena dia juga mendapat tugas bejibun dari kampusnya. Ya sudah, bismillah insya allah kuat, akhirnya ku putuskan untuk pergi bersamanya. Kami berdua menyusuri jalan raya utama yang juga dilewati bus, truk, dan kendaraan-kendaraan gede lainnya. Ibu dan teman-teman kos tiba-tiba terlintas dipikiranku “jangan-jangan mereka menungguku sholat jamaah di kos lagi. Astaghfirullah . . .”. segera ku ambil hp dari saku rok ku, sms ke salah satu teman kos terkirim. Alhamdulillah. . . kini aku pun dapat melanjutkan perjalanan dengan tenang. Maklum anak kos, ya kemana-mana jalan kaki. Hehe kurang lebih 6 bulan keadaan ini telah ku nikmati. Dengan semangat ku langkahkan kakiku. Sesampainya di pusat perbelanjaan kecil, kami pun segera memilih. Tanpa waktu yang lama, kami menemukan barang yang rasa-rasanya paling tepat untuk dihadiahkan pada salah satu ukhti kami. Pulangnya pun kami seperti saat sebelum berangkat yaitu naik kaki kami yang Allah berikan dengan kokoh. Dalam perjalanan pulang adzan isya berkumandang, kulangkahkan kakiku lebih cepat berharap aku tak ketinggalan sholat jamaah di kos. Dengan nafas terengah-engah kami berdua berjalan. Sesampainya di pertigaan kami berpisah. Temanku naik angkot dan aku tetap melangkahkan kakiku. Rasanya dengan sekejap aku telah sampai di kos, ku buka pintu dan ku ucap salam. Buru-buru ku lihat ruang utama berharap tak ketinggalan sholat jamaah. Alhamdulillah ternyata masih belum mulai. Ku langkahkan kakiku lebih cepat ketika menaiki tangga ke lantai atas, ku lepas tas ransel, jilbab dan kaos kakiku. Dengan cepat aku mengambil wudhu dan segera menuju ruang utama. Sesampainya disana para jamaah sudah berdiri dan akan iqomat. Melihatku hadir dengan mukenah hijauku, mereka tersenyum, aku pun membalasnya. Alhamdulillah. . . aku masih bisa ikut sholat jamaah isya. Selesai sholat, aku naik ke kamarku. Rasanya lelah sekali, kaki dan badan ini pegel-pegel. Ku panggil teman-temanku untuk membungkus kado dan membuat ucapan sederhana. Sembari melihat teman-teman membuat kado ku lihat layar hp ku. Ternyata ada 1 panggilan dan 1 pesan. “ mba zie kuk gak diangkat sih?”, begitu isi pesan yang tertulis dari sepupuhku Nabila. Segera ku balas smsnya bahwa aku habis sholat dan menyuruhnya menelponku lagi. Baru sebentar terkirim langsung ada panggilan masuk, buru-buru ku angkat.

“Asallamualaikum. . .”

“wa’alaikumsalam. . . kenapa bil?”

“mba zie, dedenya namanya Shidqi Hanif Fakhrudin. Hehe besok minggu mba zie pulang yah??”

. . .

Ya Allah, nikmat sekali hari ini. Jamaah sholat isya yang ku kejar dapat ku ikuti, hari ini deadline tugas udah selesai, ilmu ku dapatkan, hadiah dapat ku beli, udah gitu dapat kabar tentang sikecil itu. Senyuman kini  menghiasi wajahku. Setelah itu, nampaknya perut ini keroncongan dan aku segera ke bawah untuk makan malam. Selesai makan aku segera naik ke kamar untuk istirahat, ku tinggalkan teman-teman yang sedang asyik nonton tv.  Ku tutup hariku dengan istighfar, hamdalah, 3 surat di juz terakhir dan doa akan tidur.

 

Hati yang beriman April 25, 2011

Filed under: muhasabah — nesshinsa @ 6:13 am

Hati yang beriman adalah seperti tanah yang subur sedangkan hati yang ingkar seperti tanah yang tandus dan gersang, di tanami biji kebaikan ya hanya sia-sia karena tak akan ada yg tumbuh. Hati yang beriman adalah hati yang bersih.

“dan jangan engkau hinakan aku pada hari mereka di bangkitakan, yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (Q.S Asy Syu’ara: 87-89)

Tanda-tanda hati yang beriman :

  1. Cinta kepada Allah                                                                                                                                                                                                       hati yang beriman adalah hati yang cinta sama Allah. Tidak akan mencintai sesuatu atau seseorang melebihi cintanya kepada Allah. Kalaupun mencintai selain allah itu juga dengan alasan karena mencintaiNya. Jadi semuanya karena dasar cinta kepada Allah.                                   “Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik allahdan bahwa Allah sangat berat azabnya(niscaya mereka menyesal)”.
  2. Kembali dan bergantung kepada Allah                                                                                                                               hati yang beriman senantiasa kembali dan bergantung kepada Allah. Apabila melakukan suatu aktifitas yang menjadi patokan adalah keridhaan Allah dan selalu mengembalikan pada Al-Qur’an dan sunah.
  3. Asyik dalam beribadah kepada Allah                                                                                                                                    hati yang sehat adalah hati yang tidak jemu-jemu dekat atau beribadah kepada Allah. Walaupun lelah dan letih, tapi tetap merasa asyik beribadah kepada Allah bahkan kadang  sampai tidak terasa letih, lelah dan sakit yang dirasakannya. Seperti Rosulullah yang masih merasa asyik sholat malam padahal kakinya sudah bengkak.  Subhanallah. . .                                                                           “ orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka”. (Q.S As-  Sajdah 15-16)
  4. Rindu kepada allah                                                                                                                                                                   hati yang beriman selalu ingin berjumpa dengan Allah dan selalu ingin dekat denganNya. Prakteknya : berusaha beribadah dengan khusuk.  Apabila lupa atau lalai melakukan ibadah yang sudah terbiasa dilakukan(misal : sholat malam, dhuha, tilawah qur’an,infak, dzikir pagi dan sore, dll) maka akan merasa ada yang kurang.

“ katakanlah (muhammad), “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya tuhan kamu adalah tuhan yang maha esa”. Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatupun dalam beribadah kepada tuhannya.”

5. Merasa tentram bila sedang beribadah kepada Allah

Tak ada kegelisahan atau ketakutan, yakin bahwa sedang berada dalam perlindunganNya.

6. Memperhatikan waktu                                                                                                                                                            orang yang beriman merasa cemas bila waktunya terbuang sia-sia tidak untuk beribadah kepada Allah.

Misal : jika ada waktu luang atau sedang tidak ada kegiatan kita tetap memanfaatkannya untuk beribadah antara lain, berdzikir, tilawah qur’an, saling mengingatkan dalam mencari ridho Allah

7. Perhatian terhadap kualitas amal

Amalan dilakukan dengan ikhlas, ikhsan serta tidak ada ujub dan sombong. Untuk itu kita harus selalu ingat bahwa Allah bersama kita, Allah melihat kita, dan Allah menyaksikan kita. Allah juga lebih dekat dengan kita melebihi diri kita sendiri jadi Allah paling mengerti isi hati dan niat kita.

8. Perhatian akan taat pada Allah

Hati yang senantiasa taat kepada Allah, akan berusaha dengan kerasa untuk  Melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya

9. Berorientasi hanya kepada Allah

Hati yang beriman akan selalu menuju kepada Allah dengan segenap kemampuannya. Kemaksiatan sekecil apapun akan membuatnya gelisah dan amal sebesar apapun tak akan membuatnya takabur.

“ sesungguhnya orang-orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya sebesar gunung yang akan terus menggelisahkannya, sedangkan orang-orang yang durhaka akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menempel pada hidung dan dengan mudah dapat di tangkis dengan tangan “

10. Lunak dengan berdzikir

Apabila ada yang membuat hati gelisah, maka dengan dzikir hati akan kembali tenang. Karena kalau kita bisa lunak ketika mengingat Allah, berarti  iman itu memang ada di hati kita. Sehingga orang-orang yang beriman tidak lengah dengan dzikir. Misal : Apabila lalai dalam berbuat, bila telah di ingatkan atau menyadari maka akan segera beristighfar.

“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (Q. s Ar Ra’d :28)

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa ayat-ayatnya lagi berulang-ulang. Orang yang takut kepada tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorangpun dapat memberi petunjuk.”

 

Aku punya cara sendiri April 25, 2011

Filed under: puisi — nesshinsa @ 6:11 am

Sebiru langit hari ini

Kumpulan awan berkejar-kejaran

Daun bergerak tertiup angin sepoi

Betapa cerah alam semesta hari ini

Bunga-bunga bermekaran di taman hati

Hari ini,

Kan ku lihat sosok berharga itu

Rasanya tak sabar,

Hm. . benar. . . sosok itu menyambutku

Lengkungan itu menghiasi wajahnya

Tetesan air keluar dari palpebra

Namun, conjungtiva tetap berkilau

Sebuah ciuman mendarat dipipi ini

Seketika tubuh ini hangat dalam dekapan

Dekapan yang menyiratkan banyak makna

Aku tau kau merindukanku. .

Aku tau kau mencintaiku. . .

Apakah kau tau?

Aku juga merindukanmu. . .

Rindu belaian lembutmu

Rindu tatapan sayangmu

Rindu senyuman cintamu

Rindu cerita-ceritamu

Rindu segalanya tentangmu mom. . .

Buah hatimu ini pun mencintaimu

Walau tak pernah ku ungkapkan dengan kata-kata,

Tapi aku punya cara sendiri

 

Gemmeli April 18, 2011

Filed under: obstetri — nesshinsa @ 2:24 am

Siang itu kami ada kuliah obstetri bersama dr. Noor Fauzan, Sp. OG di gedung IBI. Seperti biasa kalau mata kuliah ini aku semangat duduk di depan cz kalau duduk dibelakang, setan selalu menggodaku untuk tak mendengarkan dan nampaknya aku belum bisa mengendalikan itu ditambah lagi mataku sudah gak sehat. Daripada sepulang dari IBI  gak tau apa-apa, lebih baik aku memilih bangku depan biar ilmu dapat masuk dan ke save dengan baik di otakku hingga kelak bisa diamalkan.

Obstetri merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang kehamilan, persalinan dan tindakannya, dan puerpurium(nifas). Meskipun hanya dinilai 2 sks, tapi menurutku Ini penting untuk kami karena bila kami tidak menguasainya, akan berakibat fatal untuk pasien partus yang tidak normal. Kami para bidan hanya menangani partus normal, bagi yang tidak normal wewenang ada pada dokter Spesialis Obstetri Ginekologi. Untuk mengetahui normal atau tidak, kita harus paham juga tentang obstetri dan ginekologi. Kalau diketahui tidak normal dan diluar kemampuan , kami harus segera merujuk karena  Terlambat sedikit saja bisa berakibat fatal. Namun, kalau ketidaknormalan itu didalam batas kemampuan kita atau kasus ringan , kita tidak perlu merujuk. Jika memang pasien harus dirujuk, bidan juga harus melakukan pertolongan pertama terlebih dahulu. Oleh karena itu kita harus belajar obstetri. Dengan belajar itu, kita akan mampu bekerjasama dengan dokter ahlinya. Memang orang-orang medis itu harus benar-benar menguasai ilmunya dan teliti, sekali salah diagnosa atau penanganan dapat membahayakan pasien antara lain menimbulkan kecacatan, koma bahkan kematian. Naudzubillah mindzalik

Hari itu kami membahas tentang GEMELLI/ kembar. Ternyata kembar itu ada dua macam yaitu monozygotik dan polizygotik. Kalau monozygotik itu kehamilan kembar yang berasal dari satu ovum dan dibuahi oleh satu sperma. Ciri-cirinya : seks sama, semua penampilan sama, DNA sama, sidik jari sama,genotipe sama. Jelas yah Kembar yang ini jenis kelaminnya sama dan susah dibedakan karena hampir keseluruhan sama. Bahkan kata pak fauzan, seleranya pun bisa sama. Monozygotik dapat terjadi beberapa macam tergantung pembelahan sel.

-          Bila pembelahan terjadi sebelum implantasi ®semua organ ada 2.

w        2 amnion

w        2 chorion

w        2 placenta

-          bila pembelahan terjadi setelah hari ke 3 s/d minggu ke II ® 1 amnion, placenta bisa 1 atau 2.

-          Bila pembelahan terjadi > umur 2 minggu konsepsi ® kembar siam (sudah terjadi pembentukan organ ® tidak sempurna).

Jadi kembar siam itu akibat pembelahan yang terjadi lebih dari umur 2 minggu konsepsi sehingga pembentukan organnya tidak sempurna.

Sedangkan polizygotik itu kehamilan kembar yang berasal dari dua ovum yang dibuahi dua sperma juga.  Poli kan berarti banyak artinya lebih dari 1, jadi polizygotik juga bisa lebih dari 2. Contoh polizygotik yang lebih dari dua itu pada binatang ternak, pada wanita yang dilakukan bayi tabung.

Polizygotik dibagi menjadi 3 yaitu :

-          Biasa : sekali ovulasi ada 2 ovum yang dibuahi sperma dalam 1 koitus

-          Superfekundasi : 2 ovum dari 1 siklus dibuahi dalam 2 koitus yang berbeda

-          Superfetasi : 2 ovum dari 2 siklus

Komplikasi 

Pada ibu :

-          Partus Prematurus

-          Pre eklamsi

-          Inersia uteri

-          Antonia uteri

-          Placenta previa

Pada bayi :

-          Hydramnion

-          Cacat bawaan

-          Solutio palcenta

-          Interlocking

-          Kembar siam

Presentasi pada hamil kembar dapat :

-          Kepala-kepala

-          sungsang-sungsang

-          Sungsang-kepala

-          Kepala-lintang

–        interlocking akan terjadi bila :

w        Bayi I sungsang

Bayi II lintang

w        Bayi I sungsang

Bayi II kepala

Gejala klinik

-          TFU > umur kehamilan.

-          Djj 2 , frekwensi beda.

-          Ditemukan 2 bagian besar

-          pada waktu inpartu palpasi sulit.

-          Ro Abdomen (pasti).

-          USG akan terlihat 2

Kalau letak kepala-kepala dibawah semua, bisa lahir normal. Kalau sungsang, interlocking, dan lintang, penanganannya SC (sectio Caesarea) atau operasi sesar. Kalau normal, setelah bayi pertama lahir maka bayi kedua harus segera lahir maksimal 2 jam.

Demikian sedikit tentang Gemelli. Mari turunkan AKI dan AKB, berikan pelayanan terbaik demi kesehatan ibu dan anak. Semangat Bidan dan Calon Bidan Indonesia!!!

 

Ketika dia jatuh cinta February 28, 2011

Filed under: muhasabah — nesshinsa @ 3:18 am

Jatuh cinta,

Hm.. dia kan juga manusia biasa yang punya hati dan bisa merasakan cinta. Tentu tidak aneh bukan?? Jika dia jatuh cinta. karena cinta juga merupakan fitrahnya manusia. Cinta tak terjabar oleh logika, semua manusia pasti merasakanya. Cinta seorang hamba pada Dia yang maha pencipta, cinta orang tua pada anaknya, cinta anak pada orang tuanya, bahkan cinta antar lawan jenis yang bukan mahromnya yang seharusnya diikat dengan pernikahan.

Disini penulis akan menceritakan seorang dia ketika jatuh cinta pada seorang yang bukan mahromnya.

Taukah anda bagaimana dia ketika jatuh cinta ??

Ketika dia jatuh cinta, tak ada senyum bahagia diwajahnya, tak ada rona merah karena malu diwajahnya. namun, ada pertengkaran disela hatinya (dilema), dia akan merasakan keresahan dan ketakutan yang begitu besar akan cinta yang semu.

Ketika rindu merekah disudut hatinya, dia akan merasakan kesedihan yang sangat terperih karena merasa terjebak dengan asa yang tak semestinya. Akan banyak air mata yang dia keluarkan disetiap sujud dan doanya atas cinta yang belum saatnya.  Kegelisahan menggelayut dihatinya karena dia merasa salah arah dan takut melakukan zina hati.

Ketika dia jatuh cinta, bukan harapan ingin bertemu yang dia nantikan tapi yang ada hanya perasaan ingin menghindar dari seseorang yang tiba-tiba menempati sedikit ruang dihatinya. Karena ada kekhawatiran merindukan seseorang yang belum halal baginya atau mungkin tak kan pernah halal.

Ketika dia jatuh cinta, lihatlah!!

Muka yang dulu teduh dengan senyumannya, kini berubah. Kenapa???

Karena ada kegelisahan dihatinya.

Bagaimanapun caranya, dia akan berusaha menghilangkan perasaannya itu,

Jikalau harus menghilang, maka itupun akan dilakukannya demi menjaga hatinya dan seseorang yang kini menyelinap disudut hatinya. Tak kan dengan sengaja dia menggoda dan menjadi fitnah bagi mereka yang bukan mahromnya, apalagi untuk seseorang yang kini Allah tautkan dalam hatinya.

Hanya benteng iman yang dia perkuat. Karena dengan iman, dia akan menjadi orang yang sangat kuat dan sabar menghadapi ujian ini.

Rasa rindu padanya ia pupuskan dan ia kembalikan rasa rindunya pada Allah, sang pemilik cinta sejati.

Tak kan khawatir akan kehilangan cintanya karena bila memang ditakdirkan bersama, tak kan ada yang dapat mencegah mereka bersatu. Namun, yakin juga bahwa bagaimanapun usaha mereka bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak kan pernah mereka bisa bersatu.

 

Biarlah Allah yang mengaturnya, yang memilihkan yang terbaik pada saatnya. Karena semua akan baik-baik saja.

Bersabar dan menahan diri itu lebih baik. Semua akan indah pada waktunya jika kita mau bersabar. Yakinlah bahwa mereka yang baik untuk yang baik pula, insya Allah. Seorang laki-laki yang baik agama dan akhlaknya, tentu akan memilih wanita yang baik agama dan akhlaknya pula begitu juga sebaliknya. Rosulullah dalam hadistnya menyuruh demikian jika ingin menjalani keluarga yang bahagia dan selamat dunia akhirat.

Subhanallah. . . indahnya islam kita. .

 

Senyum As Syifa February 28, 2011

Filed under: cerpen — nesshinsa @ 3:16 am

Mentari kini bersembunyi dibalik gelap. Bulan mengambil alih dengan menampakan kecantikannya. Bintang-bintang pun turut mengambil peran di latar pentas malam ini. “Allahu akbar . . . Allahu akbar. . . “, suara adzan menggema ke penjuru kota kecil ini. Panggilan menuju kemenangan saling bersahut-sahutan antar masjid dan mushola seperti kicauan burung di pagi hari. Namun, ini bukan panggilan antar burung melainkan panggilan bagi hamba-hambaNya yang beriman untuk menuju kemenangan. Warga mulai melangkah menuju rumah-rumah Allah yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka. orang-orang yang berada dalam perjalanan pun banyak yang berhenti di tempat-tempat ibadah untuk turut melaksanakan panggilan cintaNya. Mobil dan kendaraan bermotor tampak memadati halaman masjid agung.

Sejak sore memang aku dan livia sahabatku berniat ikut sholat maghrib berjamaah di masjid agung kota kecil yang kini menjadi domisili untukku menuntut ilmu. Kota kecil inilah tempatku sembuh dari penyakit batin, tempat Allah menyembunyikanku dari singa-singa yang selalu menggangguku. Dan di tempat inilah aku merasa nyaman, tenang dan senang tanpa harus merasakan sedih, cemas dan marah melihat kecamuk pertengkaran orang tuaku yang sepertinya lebih kekanak-kanakan dari aku. Teman-teman asrama sangat menyayangiku dan mereka sering membantuku. Aku pun sangat menyayangi mereka seperti saudaraku sendiri. Walau aku bahagia di kota ini, namun kadang aku merasakan rindu pada mamahku. Sebagai anak, aku ingin berbakti pada keduanya walaupun mereka selalu membuatku tak betah di istanaku sendiri. Sebelum aku kuliah di kota ini, aku tak mau punya banyak teman. Aku lebih senang hidup sendiri, hanya Allah yang ku percaya selalu menemaniku dalam keadaan apapun, hanya Dia pula yang mengerti perasaanku. Setelah beberapa bulan di kota ini, aku merasa lebih baik karena aku mulai berani bersosialisasi dengan lingkungan.

Keberadaanku disini juga tak lepas dari ide ammah sarah1. Beliau mengerti ketertekananku. Dulu aku pendiam, tubuhku bukannya semakin berkembang malah semakin kurus seiring bertambahnya umur. Aku ingat, hari itu ammah silaturahmi ke rumah orang tua ku. Ketika aku keluar kamar beliau memanggilku, terlihat sangat merindukanku karena memang sudah bertahun-tahun kami tak bertemu.

“ sini syifa sayang . . .”, katanya.

Pelan-pelan aku mendekat, dari matanya aku tau beliau orang yang sangat penyayang. Beliau memeluku erat, aku pun memeluknya juga.

“ kamu sehat sayang?”, tanya ammah padaku. Aku hanya mengangguk.

“syifa, kamu kok kelihatan sangat kurus. Mukamu juga sangat kucel dan muram. Mana keceriaanmu yang dulu cantik?? Ammah kangen sekali”. Aku hanya tersenyum simpul. Aku duduk disampingnya.

“ mba, syifa sekarang kelas 12 kan?”, tanya ammah pada mamahku.

“iya sarah”, jawab mamah singkat sambil membuat minuman.

“ mau dikuliahin dimana mba?”, lanjut ammah.

“di kota ini aja lah sar. . . gak usah jauh-jauh. Dia anak ku semata wayang, perempuan lagi. Aku tak ingin dia jadi anak yang liar dan gak bener”, terang mamah.

“ di luar kota belum tentu syifa jadi anak yang gak bener mba. Justru dia bisa belajar mandiri, biar gak kaya katak dalam tempurung juga mba. Saya percaya syifa anak yang baik, apalagi dia cerdas. Gak usah di kota gede deh mba. Di kota tempat saya kuliah dulu aja. Biarkan dia belajar mengatur hidupnya sendiri mba. Biarkan dia bersosialisasi dengan lingkungan. Kelak dia kan juga insya allah bakal berkeluarga dan hidup bermasyarakat, jadi biar gak kaget gitu”, bujuk ammah pada mamah.

Aku sangat senang ammah­­­­­­­­­­­ mengusulkan seperti itu. Ingin rasanya ammah disini saja menemaniku. Setidaknya kalau ada ammah disini orang tuaku tak kan bertengkar karena mereka akan malu kalau pertengkarannya di ketahui ammah sarah. Sepertinya bujukan ammah benar-benar dapat mempengaruhi pikiran mamah.

“ iya sar, nanti ku tanyakan sama papahnya syifa”, sahut mamah.

Aku masuk kamar dan meninggalkan mereka. aku menulis diaryku, aku menulis curhatanku tentang kedatangan ammah sarah yang seperti malaikat kiriman Allah untuk membebaskanku dari kesuraman ini. Aku menuliskannya sambil berlinangan air mata berharap Allah melancarkan ide ammah sarah agar di accept2 ­ orang tua ku.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dan suara merdu, “syifa, ammah pengin ngomong sama syifa. Bolehkan??”.

Aku bergegas mengusap air mataku dan segera menyembunyikan buku diary teddy bear milikku. Aku tak menjawab, setelah semua rapi aku buka pintu kamarku dan aku kembali duduk di tepi kasur. Ammah sarah menutup pintu dan berjalan mendekatiku hingga akhirnya duduk disampingku. Beliau memelukku, aku pun menyandarkan kepalaku didadanya. Kehangatan benar-benar ku rasakan, rasanya bendungan air mata ini memaksa keluar dari palpebra3.

Dengan lembut dan penuh kasih sayang beliau berkata, “ sayang, ammah tau kamu sakit. Secara lahir kami memang sehat tapi ammah tau batinmu sakit sayang . . . “.

Air itu benar-benar tak sanggup ku bendung lagi, terlalu penuh hingga palpebra tak mampu lagi menampungnya.

“menangislah . . . ammah siap menemanimu”.

Sejak aku kecil beliau memang sangat menyayangiku. Beliau paling repot kalau aku sakit padahal mamahku juga ada disitu. Tangis yang selama ini ku rahasiakan di depan semua orang, tangis yang selama ini hanya tumpah dalam setiap sujudku padaNya dan ketika aku menulis diary, kini juga tumpah ketika aku berada dalam pelukan ammah sarah. Aku menangis terisak-isak dalam pelukan ammah sarah.

“keluarkanlah kepenatanmu sayang. . . ammah tau telah lama kamu menyimpannya. Ini berakibat kamu stress, akhirnya badanmu ikut kurus seperti ini. Wajahmu juga keliatan lusuh. Maafkan ammah baru datang mengunjungimu. Tapi ammah jauh-jauh hari telah memikirkan waktu yang tepat dan sepertinya saat inilah waktu yang tepat sayang. . . ammah tak mungkin mengambilmu secara paksa dari tangan orang tuamu tanpa alasan yang jelas dan benar”.

Aku pikir setelah ammah menikah dan ikut suaminya, tak pernah memikirkan keadaanku lagi, tak menyayangiku lagi dan tak peduli padaku lagi. Dengan kehadiran dan penjelasannya saat itu, aku sadar bahwa aku telah berprasangka buruk pada ammah yang dari dulu menyayangiku dengan tulus.

“sayang, percayalah Allah selalu bersama kita. Dia tak pernah tidur. Dia tau semua yang kamu alami. Dia pula yang membuat cinta ammah padamu tak pernah pudar”.

Kali ini aku mau membuka mulut, “ iya ammah . . . sejak ammah jauh, hanya allah yang selalu menemani syifa, hanya allah tempat curhat syifa. Tak ada lagi tempat syifa berlari kecuali Dia. Syifa juga percaya Dia jugalah yang kelak akan mengembalikan kebahagiaan syifa”.

“bagus sayang . . . iman inilah yang membuatmu sabar dan kuat. Bersyukurlah. . kamu salah satu yang diberi nikmat iman itu. Allah sangat menyayangimu sayang. Tersenyumlah cantik. . . ammah kangen liat senyuman kamu. Kamu yang ceria, kamu yang cerewet. Kamu yang punya rasa ingin tau yang tinggi jika melihat hal-hal baru. Ammah ingin kamu selalu tersenyum dalam keadaan apapun. Senyum itu pilihan sayang, karena dalam keadaan apapun kita selalu bisa tersenyum kalo kita mau melakukannya. Tersenyumlah karena iman dan islam yang masih bersemayam di dadamu”.

Aku pun tersenyum, rasanya susah tapi kali ini biar aku paksa, biar aku terbiasa tersenyum, biar otot-otot wajahku bergerak, biar aku keliahatan cerah.

Aku melepaskan pelukan ammah.

“ ammah, makasih yah ammah. . . syifa gak tau kalau gak ada ammah. Mungkin aja wajah syifa bisa jadi keliatan lebih tua dari ammah”.

“kamu cantik sayang. . . makanya jangan kebanyakan cembetut4 dong ndoro ayu. . . hehe”, ammah menggodaku.

“ ah, ammah nih. . manggilnya ndoro ayu lagi. Huh . . “, geretuku.

“ eh, kok cembetut lagi?? Emangnya ammah harus manggil apa? Ndoro jelek?. Hahaha”, ammah masih menggodaku. Aku tersenyum.

“ nah gitu dong.. kan cantik kalo senyum. . .”, ammah pun tersenyum padaku.

“ammah, kira-kira mamah sama papah bakal nerima saran ammah apa gak yah? Syifa pengin pergi dari rumah mah . . syifa stress liat mereka berantem terus. Syifa udah kaya orang asing dirumah orang tua syifa sendiri. Mereka tiap hari berantem dan tak pernah memperhatikan syifa. Siapa tau kalau mamah sama papah ditinggal berdua bisa kaya orang pacaran. Jadinya akur gitu mah. . .”, aku mulai berani berbicara lagi.

“gak njamin juga kamu pergi mereka bakal bisa akur. Kamu sebagai anak jangan pernah lelah mendoakan mereka syifa. . . kamu jangan sampai membenci mereka yah? bagaimanapun mereka, mereka orang tua kamu yang wajib kamu hormati dan kamu sayangi. Agama kita mengajarkan seperti itu dalam al qur’an dan juga hadist. Allah menyuruh kita menjadi birul walidain, rosul juga mengajarkan seperti itu”, ammah mengingatkanku.

“iya ammah. . . syifa juga sayang sama mereka kok. Cuma syifa sedih aja karena melihat mereka bertengkar terus dan tak pernah memperhatikan syifa. Malah syifa sering kena marah sama mamah dan papah. Kalau syifa boleh milih, syifa milih orang tua syifa ammah sarah aja”.

“semua udah ketentuanNya sayang. . . gak bisa milih-milih orang tua. berdoa aja sayang . . . mudah-mudahan mereka mengijinkanmu belajar mandiri dan mereka bisa berpikir dewasa untuk saling mengalah agar kelak mereka bisa akur dan tak bertengkar terus. Kalau kelak kamu jauh, pasti mereka akan merindukanmu sayang. . . ”.

Seperti itulah ammah sarah, beliau sangat menyayangiku dan paling tau keadaan rumah tangga orang tuaku. Suatu hari, akhirnya orang tuaku mengijinkanku kuliah di kota ini. Dan disini aku menemukan keluarga baru yaitu teman-teman di asrama. Nuansa religius yang kental disini membuatku merasa semakin dekat denganNya yang sangat menyayangiku lebih dari siapapun. Dia yang menjadi alasanku untuk tetap bisa tersenyum.

Selesai sholat berjamaah, Aku dan livia duduk di depan masjid. Kami melihat bintang dan bulan dilangit seolah-olah mereka tersenyum pada dua gadis berjilbab yang duduk dan memandang mereka yaitu aku dan livia.

“subhanallah. . . bagus banget pemandangan malam ini yah liv. Cantik banget. . . “, aku tersenyum senang.

“iya fa. . . cantik kaya livia. Hehe”.

“mulai narsis nih. Wuuu… eh liv, aku kangen sama mamah dan papah”.

“sama fa, aku juga sangat merindukan orang tua ku. Mereka juga pasti merindukan kita. Jangan sampai kita menyalahgunakan kepercayaan mereka nguliahin kita disini yah fa. . disini kita harus berjuang”.

“iya liv, tentunya dengan niat lurus yaitu menuntut ilmu karenaNya. aku juga ingin bahagiain mereka. aku ingin menjadi orang yang bermanfaat. Aku ingin menjadi wanita shalihah. Aku ingin berbakti pada kedua orang tua ku”.

“I’m agree with you princess Rania As Syifa and I Wish too. . . hehe”.

“walah. . sok british kamu. Ayo kita cari makan terus pulang. Jangan pulang kemalaman, barangkali ketemu singa-singa lapar seperti di daerah rumahku”.

“singa mah adanya dihutan nenk…”

“iya deh terserah kamu!!”

“hahaha. . .”

Beberapa saat kemudian kami beranjak dari masjid agung. Kami berjalan menyusuri alun-alun untuk mencari makan malam dan kue untuk teman-teman asrama. Setelah mendapatkan apa yang kami cari, kami langsung menuju asrama.

 

kucing yang malang February 28, 2011

Filed under: cerpen,puisi — nesshinsa @ 3:07 am

Kucing oh kucing

Kasihan sekali kau pagi ini

Kami mendapatimu tengah mengenaskan

Tangan dan kakimu telah patah

Kau tak sanggup berjalan

Bahkan berdiri pun kau tak bisa

Semut-semut merah menggigitimu

Tapi kau pun tak sanggup melawan

Kau hanya diam, telungkup

Kami pikir kau telah mati

Lubang untukmu akan kami gali

Ketika kami mendekatimu perlahan,

Ternyata kau masih bernyawa

Nafasmu kembang kempis

Kami iba melihatmu

Apa yang bisa kami lakukan?

Hanya air dan sedikit makanan

Yang bisa kami sediakan untukmu

Kami senang,

Ketika melihatmu bisa menjilati air itu

Lalu, Kami  mengubah posisimu

Agar kau lebih nyaman

Kami coba membersihkanmu

Dari semut-semut yang memanfaatkan tubuhmu,

Memanfaatkan ketidakberdayaanmu

 

Brebes, 30 januari 2011

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.